Showing posts with label Info. Show all posts
Showing posts with label Info. Show all posts
Kopi Arabica solok dorong kemajuan pariwisata

Kopi Arabica solok dorong kemajuan pariwisata

Kopi Arabica solok dorong kemajuan pariwisata
Siap yang tak kenal kopi arabica solok yang namanya menjadi berbincangan di dunia perkopian Nasional dan bahkan selalu di ikutkan pada festivak kopi Dunia seperti di seatle, atlanta america dan beberapa negara lain.
Kopi arabica solok memeiliki kualitas spesialty kopi berdasarkan hasil cupping oleh Q Grader (penilai mutu kopi) kopi solok memiliki nilai diatas 87 ini lah yang membuat kopi ini selalu di buru baik dalam dan luar negeri.
Daerah penghasil kopi ini di mulai dari kabuten solok sampai ke solok selatan, yang memiliki ketinggian diantara 1000-1600 mdpl dari permukaan laut, kopi ini melakukan proses pasca panen dengan menggunakan sop mengolahan dan sortasi beji yang ketat untuk  menghasilkan grade no 1 
Dalam rangka pengembagan areal pariwisata di kabupaten solok degan icon tiga danau kembar yaitu danau gunung talang, danau diatas dan di bawah dilakukan kegiatan survey dan diskusi pariwisata yang menghadirkan beberpa stehoder.
Kegiatan yang dilakukan pada senin, 9 mei 2016 di beberapa spot wisata diseputaran kawasan alahan panjang dengan melihat langsung beberapa tempat yang akan di dorong menjadi kawasan wisata, hadir pada kesempatan itu Andri Nof Chaniago yang merupakan komisaris angkasa pura beliau telah berhasil menggangkat kawasan mandeh menjadi destinasi wisata sumbar yang terkenal.
Para penggiat wisata, komunitas-komunitas, media, serta pemerintah daerah solok yang langsung dihadiri oleh Bupati Solok, yang mana tujuan kegiatan ini mendorong untuk melakukan percepatan promosi pariwisata di tempat ini, sehingga nantinya adanya kesadaran dari semua elemen untuk memajuankan pariwisata yang ada di daerah ini, untuk itu semua pihak harus aksi bersama mendorongnya, sehingga semua persoalan dapat diatasi dalam rangka pembenahan semua lini penunjang pariwisata di daerah ini.
Kegiatan ini diakhiri di villa danau diatas dengan menampilkan kopi arabica solok dari beberapa penghasil kopi seperti Solok radjo, SAM’S coffee,Tridawa ,central coffee dan Nusantara coffee dengan melakukan kegiatan cupping kopi bersama dan diskusi wisata dan perkembangan kopi yang ada yang merupakan daya dukung kunjungan wisata . kegiatan cupping di pandu oleh tengku firmansyah dari solok radjo dan kawan-kawan, edra novid dari Sam’S coffee, serta dialakukan minum kopi bareng sebanyak ratusan gelas yang diracik oleh pebriyansah dari nusantara coffee untuk semua pengunjung yang hadir.
kawasan danau diatas juga telah berdiri sebuah coffee shop dengan nama central coffee yang merupakan kopi shop yang lahir untuk memperkenalkan kopi kepada wisatawan yang datang ke daerah ini, karena letaknya langsung diareal mesjid ummi di danau diatas, central coffee juga memberikan informasi mengenai perkembangan kopi solok serta bagaimana menikmati kopi tersebut.
Kedepan dengan adanya kemajuan kopi solok dan pariwisata hendaknya semakin memacu kunjungan para wisatawan baik international maupun domestik yang tentunya sangat berdampak kemajuan perekonomian daerah
Mimpi Dalam Secangkir Kopi

Mimpi Dalam Secangkir Kopi


Oleh : All Amin
Lagu Bareh Solok sangat populer didaerah Sumatera Barat, dan kini ada satu komoditi lagi dari Solok yang harus dikenal banyak orang, yaitu kopi Solok.
SCAA Expo adalah pameran kopi terbesar didunia yang diadakan di Amerika Serikat setiap tahun. Pada tahun 2014 menobatkan kopi Solok sebagai salah satu dari sembilan kopi terbaik dari Indonesia, saat itu Pavilion Indonesia memajang 39 jenis kopi dipameran tersebut.
Pengakuan tentang citarasa kopi Solok tentulah sangat berdasar, tidak cuma di SCAA Expo yang sudah pasti bisa dijadikan acuan. Beberapa pencicip rasa kopi, atau yang dikenal dengan istilah Q-Grader juga mengamini hal tersebut. Seperti diceritakan oleh Adi Alfadriansyah, ketua Koperasi Petani Kopi Solok Radjo. Rasa lelahnya mengejar seorang Q-Grader terkenal terbayarkan ketika yang besangkutan berkomentar "Saya tidak mesti berbohong untuk mengatakan kopi Anda enak".
Nama kopi Solok kini mulai harum, seharum seduhan kopinya ketika bertemu air panas. Tidak hanya di Sumatera Barat, dikalangan pecinta kopi di Jakarta kini ada istilah, "Rasa kopi Solok itu nyolok".
Berbagai upaya perbaikan terus dilakukan oleh semua pihak dengan penuh semangat. Tidak hanya pelaku usaha kopi, sokongan pemerintah pun sangat dibutuhkan. Salah satunya ketika Pemerintah Propinsi, diwakili oleh Ir. Fajarudin selaku Kadisbun Sumatera Barat mempromosikan kopi Solok dievent kelas dunia seperti SCAA Expo.

Kini bola salju itu terus mengelinding, menurut Edra Novit dari Gapoktan Surian, permintaan pasar lokal dan eksport terus bergulir, termasuk dari Amerika. Dia berharap dalam waktu dekat mimpinya mengirim satu kontainer full, berisi kopi Solok segera terwujud. Hingga tidak perlu lagi ditumpangkan dan memakai nama kopi dari daerah lain. Nasib kopi Solok tidak boleh lagi seperti telur mata sapi, yang punya telur ayam, tapi sapi yang dapat nama.
Fenomena kopi Solok harus menjadi momentum kebangkitan kembali industri kopi di Ranah Minang. Sumatera Barat memiliki banyak sekali daerah yang berpotensi ditanami kopi. Semua harus saling bekerjasama sesuai dengan bagiannya masing-masing. Rantai industri kopi itu cukup panjang, mulai dari petani kopi, pengepul kopi, pedagang kopi, penggoreng kopi dan kedai kopi, bila semua itu bisa bergerak, maka sekaligus akan menggerakan roda ekonomi.
"Sebagian kopi Solok sudah masuk kategori kopi spesial, dan akan terus bertambah jumlahnya ketika semakin banyak yang bisa memberikan perlakuan yang benar pada kopi", seperti disampaikan oleh Ahmad Syafrudin, ketua SCAI (Specialty Coffee Assosiation of Indonesia). Ini tentu menjadi jalan bagi kopi Solok untuk bisa bersaing dipasar kopi dunia. Industri kopi itu sangat besar, kopi adalah komoditi nomor dua paling banyak diperdagangkan di dunia sesudah minyak bumi.
Menjadi tuan rumah dinegeri sendiri dan tamu terhormat dinegeri orang, falsafah itu yang menginspirasi Tridawa Coffee, salah satu merek dagang kopi, untuk ikut mengambil bagian dalam upaya mempopulerkan kopi Solok. Membuat kopi Solok kedalam kemasan sebagai oleh-oleh khas dari Ranah Minang, menjajakan kopi Solok ke coffee shop dan retail di Jakarta, serta membawa kopi Solok mengikuti pameran-pameran kopi diluar negeri adalah upaya kongkrit yang di lakukan oleh Tridawa Coffee, perusahaan kopi yang di awaki oleh putra Minang ini.
Semoga kerja keras dari semua pihak ini segera membuahkan hasil. Industri kopi di Ranah Minang terus maju pesat, kedepan tidak boleh lagi ada pohon kopi yang ditebang karena dianggap tidak menghasilkan, atau pohon kopi hanya sekedar dijadikan pembatas sepadan tanah. Harusnya pohon kopi itu dirawat seperti dalam cerita angsa bertelor emas, agar hasilnya bagus dan menghasilkan kopi enak. Percayalah, kopi enak itu selalu akan menemukan penikmatnya.
Dan segera harus diciptakan lagu baru, berjudul "Kopi Solok" lalu lagu itu harus ditranslate kedalam bahasa Inggris, agar lagunya bisa dimengerti diseluruh dunia, sambil menikmati secangkir kopi Solok.
Sangat Besar Potensi Kopi Spesial Indonesia

Sangat Besar Potensi Kopi Spesial Indonesia


Memiliki ribuan pulau yang masing-masing punya keunikan tersendiri, Indonesia memiliki potensi kopi spesial (specialty coffee) sangat besar. Ini sejalan dengan pertumbuhan konsumen pula.
Ketua Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) Syafruddin menyampaikan potensi tersebut dalam diskusi terkait dengan kopi spesial di Nusa Dua Kamis (3/9). Diskusi yang dilaksanakan SCAI dalam rangka pameran Inter Food di Nusa Dua Convention Center (NDCC) itu juga menghadirkan pembicara dari PT Indokom dan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia Jember.
Menurut Syafruddin, Indonesia termasuk negara yang memiliki kopi spesial terbesar di dunia. Sebagai contoh, kopi spesial arabika saja ada di enam pulau berbeda yaitu Sulawesi, Bali, Papua, Jawa, Sumatera, dan Flores. Tiap-tiap pulau pun memiliki beberapa jenis kopi spesial tersebut.
Syafruddin memberikan contoh di Sumatera saja ada beberapa jenis kopi arabika. Misalnya mandailing, gayo, kerinci, dan sekarang ke arah selatan termasuk Sumatera Selatan dan Bengkulu. “Tiap jenis kopi memiliki cita rasa dan kekuatan sendiri-sendiri. Karena itu Indonesia memang luar biasa,” katanya.
Syafruddin menambahkan, bahkan di satu provinsi pun ada kopi-kopi dengan cita rasa khusus. Dia memberikan contoh kopi di Jawa Timur, ada yang dari sekitar Gunung Ijen dan Gunung Raung. Namun cita rasa masing-masing agak berbeda.
“Bali pun dikenal sebagai penghasil kopi terbaik dari proses dan cita rasanya,” Syafruddin menambahkan.
Puslit Kopi dan Kakao Indonesia di Jember termasuk yang berperan penting dalam pengembangan kopi tersebut. Mereka memberikan pelatihan untuk petani kopi agar mampu memperbaiki kualitas dan meningkatkan jumlah panen kopi. Selama lebih dari 100 tahun, Puslit mendampingi petani kopi di berbagai daerah.
Saimi Saleh, Pemilik PT Indokom Citra Persada, perusahaan eksportir kopi di Sidoarjo menambahkan bahwa potensi kopi di Indonesia kian tumbuh seiring makin banyaknya konsumen. “Peluang bisnis kopi di Indonesia masih terbuka luas,” katanya.
Selain memiliki penduduk lebih dari 250 juta juga karena makin banyaknya kelas menengah perkotaan yang menjadikan minum kopi sebagai gaya hidup. “Kalangan muda yang minum kopi berkualitas juga makin bertambah. Ini peluang yang harus kita tangkap,” ujarnya.
Indonesia berada di urutan keempat produsen kopi di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia. Petani Indonesia menghasilkan sekitar 540 ribu ton per tahun di mana sekitar 154.800 ton di antaranya adalah untuk konsumsi lokal.
Menjamurnya kafe-kafe kopi di perkotaan bisa menjadi peluang besar agar konsumen domestik kopi Indonesia bisa terus bertambah.
sumber: indonesia.veco-ngo.org/fr/node/526
Indonesia dinobatkan sebagai 2016 Official Portrait Country di pameran Internasional Specialty Coffee

Indonesia dinobatkan sebagai 2016 Official Portrait Country di pameran Internasional Specialty Coffee


Indonesia dinobatkan sebagai 2016 Official Portrait Country di pameran Internasional Specialty Coffee Association of America (SCAA) yang akan berlangsung di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat (AS), pada 14-17 April 2016.
Hari ini Rabu tanggal 10 Februari 2016 dari Kementrian Perdagangan dilangsungkan Acara Press Conference Launching partisipasi Indonesia sebagai Portrait Country (PC) pameran the 28th Annual Speciality Coffee Association of America (SCAA) Exposition. Acara Press Conference ini dilaksanakan di Ruang Auditorium Kementerian Perdagangan, Gedung Utama Kementerian Perdagangan Lt. 1, JL. M.I. Ridwan Rais No. 5, Jakarta Pusat pada pukul 11.00 – 13.00 WIB
Hadir dalam acara ini, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Nus Nuzulia Ishak didampingi dari asosiaso kopi Indonesia AEKI; SCAI; GAEKI; SCOPI dan Departemen Perindustrian dalam rangka turut berpartisipasi dan mendukung peran Kopi Indonesia menjadi portrait country diajang pameran Internasional SCAA tersebut. Serta dihadiri juga dari Anomali Coffee; Caswell’s Coffee dan Maharaja.
Aktifitas booth Kopi Indonesia pada Pameran SCAA meliputi:
1. Speech Ceremony pada saat pembukaan pameran oleh Menteri Perdagangan RI, bapak Thomas T. Lembong.
2. Menampilkan kelompok tari Bali Hiphop yang merupakan fusion antara kesenian tradisional Indonesia dan aliran musik Hip-Hop untuk memperkental suasana santai dan casual.
3. Pemutaran video Inspirasionalmenggambarkan Indonesia sebagaihome of Worlds’s Finest Coffee
4. Coffee Auction didalam paviliun dengan aktiftas Cupping dan Lelang Kopi
Dalam Press Conference ini diangkat kesimpulan yaitu: “Indonesia is Coffee”; Memberikan nama didepan Indonesia untuk setiap nama kopi sebelum nama region kopi tersebut berasal; Meningkatkan kualitas dan kuantitas kopi Indoesia; Menggiatkan promo kopi Indonesia di Social Media untuk gaung lebih luas dan cepat.
KANDUNGAN KOPI

KANDUNGAN KOPI

Kandungan kimiawi yang terdapat pada kopi. Menyantap segelas kopi dan beraneka kopi adalah aktifitas yang tidak pernah luput dari kehidupan manusia dahulu dan manusia zaman modern saat ini, Namun pernahkan kita berfikir tentang apa saja kandungan yang terdapat didalam kopi yang kita minum? Admin hasbihtc kali ini akan beragi informasi tentang Kandungan Kimiawi Kopi, dimana sebelumnya kami pernah membahas mengenai sejarah kopi, Yuk mari kita simak sedikit info tentang kandungan dari kopi.

Kandungan Kimiawi Kopi
Kopi yang kita minum memiliki kandungan antara lain

1. Kafein
Kafein ditemukan didalam beberapa biji daun dan buah dari beberapa tanaman, kopi adalah salah satu tanaman yang memiliki kandungan kafein yang paling sering dinikmati oleh manusia, kafein diklasifikasikan sebagai drug dan diakui aman dalam dosis tertentu, melebihi dosis yang ditentukan akan menyebabkan ketergantungan, dalam konsumsi yang sudah menahun kafein dapat menyebabkan timbulnya penyakit seperti kanker dan masalah gangguan tidur.

2. Air
Air atau H2O adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kopi, kandungan kimiawi kopi yang satu ini adalah bagian yang penting bagi tubuh, karena 70% tubuh adalah air dan meskipun kandungan air didalam kopi terkadang tidak digunakan (dilakukan pengeringan pada biji kopi) namun kandungan air didalam kopi adalah bagian dari senyawa kimiawi kopi.

3. Ethyphenol
Zat yang satu ini mungkin asing bagi kita, namun zat ini seperti adalah aroma khusus pada kopi, zat ini mirip dengan tar dan mengandung pheromone.

4. Quinic Acid
Rasa asam pada kopi ditentukan pada jumlah zat yang satu ini, kadar quinic acid pada kopi terkadang jumlahnya berbeda-beda, zat ini digunakan dalam ilmu kedokteran sebagai bahan pembuatan obat flu.

5. Dicaffeoylquinic Acid
Zat ini adalah salah satu zat antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Meskipun kadar antioksidan didalam biji kopi tidak sebanyak tumbuhan obat lain, namun kopi adalah salah satu suplayer antioksidan paling banyak dikonsumsi didunia.

6. Dimethyl Disulfide
Pada biji kopi yang masih hijau atau belum dikeringkan dan di sangrai, kandungan senyawa ini termasuk senyawa yang banyak, zat ini lah yang membuat kotoran manusia berbau, mirip dengan senyawa sulfur.

7. Acetylmethylcarbinol
Zat yang satu ini adalah zat yang membuat kopi terasa gurih di lidah, zat ini banyak ditemukan pada mentega.

8. Putrescine
Zat yang dihasilkan oleh bakteri E.Coli ini adalah bakteri yang membuat sesuatu menjadi busuk, zat ini adalah hasil dari pembusukan dari bakteri tersebut.

9. Trigonelline
Zat yang satu ini adalah zat yang dapat melindungi gigi, meski kadang seorang peminum kopi agak hitam gigi nya, namun zat ini yang membuat gigi peminum tidak gampang berlubang.


10. Niacin
Zat yang satu ini adalah senyawa yang kurang baik bagi tubuh, karena senyawa ini dapat menyerap vitamin-vitamin dalam tubuh, sedangkan vitamin sangat dibutuhkan tubuh untuk proses-proses yang ada didalam tubuh, oleh karenanya meminum kopi hanya di anjurkan paling banyak 2-3 kali sehari.

Demikian sedikit informasi tentang kandungan Kimiawi Kopi, semoga bermanfaat untuk kita semua.

Original Posted By Creative Commons License Hasbihtc.com
Read more: http://www.hasbihtc.com/10-kandungan-kimiawi-yang-terdapat-pada-kopi.html#ixzz3vitrKhpT
Definisi Kopi Dan Sejarah Penyebaran Kopi di Dunia

Definisi Kopi Dan Sejarah Penyebaran Kopi di Dunia

DEFINISI KOPI
Kopi adalah sejenis minuman yang berasal dari proses pengolahan dan ekstraksi biji tanaman kopi

SEJARAH KOPI
Sejarah mencatat bahwa penemuan biji kopi sebagai minuman yang sangat berkhasiat dan berenergi pertama kali ditemukan oleh Orang dari Bangsa Etiopia di benua Afrika sekitar 3000 tahun yang lalu, atau 1000 tahun Sebelum Masehi. Kopi kemudian terus berkembang hingga sekarang ini menjadi salah satu minuman paling populer di dunia. Negara Indonesia sendiri telah mampu memproduksi lebih dari 400 ribu ton kopi per tahunnya dan kemudian di eksport di berbagai penjuru dunia. Di samping rasa dan aromanya yang sangat menarik, khasiat kopi juga dapat menurunkan risiko terkena penyakit kanker , diabetes , batu empedu , dan berbagai penyakit jantung.

Kata kopi sendiri berasal dari bahasa Arab : قهوة‎ dibaca qahwah yang artinya kekuatan, karena pada awal ditemukan kopi digunakan sebagai makanan berenergi tinggi. Kata qahwah kemudian diubah menjadi kahveh yang berasal dari bahasa Turki dan kemudian diubah lagi menjadi koffie. Dalam bahasa Belanda Penggunaan kata koffie langsung diartikan ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata kopi yang hingga saat ini dikenal dengan nama kopi.

Penemuan biji kopi sekitar tahun 800 Sebelum Masehi ada pendapat lain mengatakan jika tahun 850 Masehi. Pada saat itu, banyak orang di Benua Afrika, terutama orang dari bangsa Etiopia, yang mengonsumsi biji kopi yang dicampurkan dengan lemak hewan dan anggur untuk memenuhi kebutuhan protein dan energi tubuh. Penemuan kopi sendiri terjadi secara tidak sengaja ketika penggembala bernama Khalid seorang dari Abyssinia, mengamati kawanan kambing gembalaannya yang tetap terjaga bahkan setelah matahari terbenam setelah memakan sejenis buah berry. Ia pun mencoba memasak dan memakannya. Kebiasaan ini kemudian terus berkembang dan menyebar ke berbagai negara di Afrika, namun metode penyajiannya masih menggunkan metode konvensional. Barulah beberapa ratus tahun kemudian biji kopi ini dibawa melewati Laut Merah dan tiba di Negara Arab dengan metode penyajian yang jauh lebih maju.

Sejarah Penyebaran Kopi Di Arab
Bangsa Arab yang memiliki peradaban yang jauh lebih maju daripada bangsa Afrika pada saat itu, tidak hanya memasak biji kopi, tetapi juga direbus untuk diambil sarinya Pada abad ke-13, umat Muslim banyak mengonsumsi minuman kopi ini agar ibadah tetap terjaga. Kepopuleran kopi pun turut meningkat seiring dengan penyebaran agama Islam pada saat itu hingga mencapai daerah Afrika Utara, Mediterania dan Negara India. Pada masa ini, belum ada budidaya tanaman kopi di luar daerah Arab karena bangsa Arab selalu mengekspor biji kopi yang infertil (tidak subur) dengan cara memasak dan mengeringkannya (coffee bean) terlebih dahulu. Hal ini menyebabkan budidaya tanaman kopi tidak memungkinkan. Barulah pada tahun sekitar 1600-an, seorang peziarah dari negara India bernama Baba Budan berhasil membawa biji kopi fertil keluar dari kota Mekah dan menumbuhkannya di berbagai daerah di luar Arab. Dan hingga kini tumbuhan kopi menyebar di seluruh pelosok dunia.

Sejarah Penyebaran Kopi Di Eropa
Venesia adalah kota perdagangan kopi di era awal masuknya kopi di Benua Eropa. Biji kopi dibawa masuk pertama kali ke Eropa secara resmi pada tahun 1615 oleh seorang saudagar dari kota Venesia. Ia mendapatkan pasokan biji kopi dari orang dari negara Turki, namun jumlah saat itu, jumlahnya tidaklah mencukupi kebutuhan pasar, yang permintaannya sangat tinggi. Oleh kerena itu, bangsa di Eropa mulai membudidayakan tanaman kopi. Bangsa Belanda adalah salah satu negara Eropa pertama yang berhasil membudidayakannya pada tahun 1616. Kemudian pada tahun 1690, biji kopi dibawa ke Pulau Jawa untuk dikultivasi secara besar-besaran. Pada saat itu, Indonesia masih merupakan negara jajahan Belanda. Pada sekitar tahun 1714-an, Raja Perancis Louis XIV menerima sumbangan pohon kopi dari bangsa Belanda sebagai pelengkap koleksinya di Kebun Botani Royal Paris, Jardin des Plantes. Pada saat yang sama, serorang angkatan laut bernama Gabriel Mathieu di Clieu ingin membawa sebagian dari pohon tersebut untuk dibawa ke Martinique. Akan tetapi, hal tersebut ditolak oleh Louis XIV dan sebagai balasannya, ia memimpin sejumlah pasukan untuk menyelinap masuk ke dalam Jardin des Plantes untuk mencuri tanaman kopi. Keberhasilan Gabriel Mathieu di Clieu membawa tanaman kopi ke Martinik merupakan suatu pencapaian yang sangat besar. Hal tersebut dikarenakan budidaya tanaman kopi di sana cukup baik. Hanya dalam kurun waktu 50 tahun, telah terdapat kurang lebih 18 juta pohon kopi dengan varietas yang beragam. Progeni inilah yang menjadi salah satu sumber dari kekayaan jenis kopi di dunia.

Sejarah Penyebaran Kopi di Benua Amerika
Pada tahun 1727, pemerintah Brasil berinisiatif untuk menurunkan harga pasaran kopi di daerahnya, karena pada saat itu kopi masih dijual dengan harga mahal dan hanya bisa dinikmati oleh kalangan elit yang kaya raya. Oleh karena itu, pemerintah Brasil mengirimkan agen khusus, Letnan Kolonel Francisco de Melo Palheta, untuk menyelinap masuk ke Perancis dan membawa pulang beberapa bibit kopi. Perkebunan kopi di Perancis memiliki penjagaan yang sangat ketat sehingga hal tersebut tidak memungkinkan. Palheta pun mencari jalan lain dengan cara mendekati istri gubernur. Sebagai hasil kerja kerasnya, ia membawa pulang sebuah buket berisi banyak bunga kopi yang diberikan oleh istri gubernur seusai jamuan makan malam. Dari pucuk-pucuk inilah bangsa Brasil berhasil membudidayakan kopi dalam skala yang sangat besar sehingga bisa dikonsumsi oleh semua orang.

Sejarah Penyebaran Kopi di Indonesia
Pada era Tanam Paksa atau Cultuurstelsel (1830—1870) masa penjajahan Belanda di Indonesia, pemerintah Belanda membuka sebuah perkebunan komersial pada koloninya di Hindia Belanda, khususnya di pulau Jawa, pulau Sumatera dan sebahagian Indonesia Timur. Jenis kopi yang dikembangkan di Indonesia adalah kopi jenis Arabika yang didatangkan langsung dari Yaman. Pada awalnya pemerintah Belanda menanam kopi di daerah sekitar Batavia (Jakarta), Sukabumi, Bogor, Mandailing dan Sidikalang. Kopi juga ditanam di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatra, Sulawesi, Timor dan Flores. Pada permulaan abad ke-20 perkebunan kopi di Indonesia mulai terserang hama, yang hampir memusnahkan seluruh tanaman kopi. Akhirnya pemerintah penjajahan Belanda sempat memutuskan untuk mencoba menggantinya denga jenis Kopi yang lebih kuat terhadap serangan penyakit yaitu kopi Liberika dan Ekselsa. Namun didaerah Timor dan Flores yang pada saat itu berada di bawah pemerintahan bangsa Portugis tidak terserang hama meskipun jenis kopi yang dibudidayakan disana juga kopi Arabica.Pemerintah Belanda kemudian menanam Kopi Liberika untuk menanggulangi hama tersebut. Varietas ini tidak begitu lama populer dan juga terserang hama. Kopi Liberika masih dapat ditemui di pulau Jawa, walau jarang ditanam sebagai bahan produksi komersial. Biji kopi Liberika sedikit lebih besar dari biji kopi Arabika dan kopi Robusta. sebenarnya, perkebunan kopi ini tidak terserang hama, namun ada revolusi perkebunan dimana buruh perkebunan kopi menebang seluruh perkebunan kopi di Jawa pada khususnya dan di seluruh Indonesia pada umumnya. Tapi saat ini Indonesia menjadi Negara Penghasil Biji Kopi Terbesar No. 3 di dunia.

Sumber: http://mlgcoffee.com/2014/09/19/definisi-kopi-dan-sejarah-penyebaran-kopi-di-dunia/
Pebriansyah Temukan Spesies Kopi Luwak Fermentasi

Pebriansyah Temukan Spesies Kopi Luwak Fermentasi

WARTA ANDALAS, PAYAKUMBUH - Kopi Luwak, siapa yang tak kenal. Kedalaman rasa kopi ini, dinikmati bahkan berjam-jam lamanya, meski hanya secangkir seduhan air panas saja. Di “kedai” kopi kenamaan, kopi seharga Rp45 ribu secangkir ini, ternyata bisa diproduksi oleh mahasiswa Politeknik Pertanian Payakumbuh. Mengagumkan, Pebriansyah sang mahasiswa tahun akhir program studi Manajemen Perkebunan tahun akhir ini bisa memproduksi kopi robusta lokal difermentasi dengan enzim papain dari getah papaya, jadilah kopi luwak, rasanya sama persis.
Di saat kopi luwak sedang tenar-tenarnya, sementara memproduksi kopi luwak itu butuh waktu yang biaya yang banyak. Serta, hewan jenis luwak yang banyak. Pebriyansah, mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh ini mengaku terinspirasi untuk membuat pengolahan kopi yang rasanya menyamai kopi luwak tanpa menggunakan binatang luwak atau dikenal sebagai musang pemakan buah ini.
Kopi, hari ini sudah menjadi komoditi kedua setelah beras. Produksi Indonesia, dikenal baik di dunia. Indonesia adalah negara produsen kopi keempat di dunia. Bahan buah kopi yang diolah sama dengan bahan yang diberikan untuk makanan Luwak. Hanya, bahan mentah itu difermentasi organik atau alami. Campuran alami ini menghasilkan kopi yang nikmat, tak kalah dengan rasa kopi luwak di pasaran
“Cara fermentasi dengan memanfaatkan getah papain yang banyak tumbuh di Payakumbuh dan Limapuluh Kota. Biji kopi yang telah dipanen difermentasi dengan getah papain sehingga menghasilkan rasa pahit dan menurunkan kadar karbohidrat di buah kopi,” Pebriansyah, mahasiswa kreatif dan ulet ini menerangkan.
Fermentasi dengan getah papain setara dengan permentasi dalam lambung Musang (Luwak). Sehingga, hasilnya tak kalah dengan kopi luwak yang di hasilkan dari kopi sisa kotoran Musang. Di saat sekarang kontroversi tentang halal haramnya kopi luwak yang bersumber dari kotoran musang pun belum ada ujung pangkalnya, Pebriansyah menemukan kopi fermentasi dengan bahan alami dengan cita rasa yang sama persis.
Soal halal atau haram ini menginspirasi Pebriyansah untuk membuat kopi rasa kopi luwak dengan fermentasi getah papain yang tidak diragukan halal haramnya. Sebab getah papain atau papaya sudah jelas halalnya, ditambah rasa yang dihasilkan pun tak kalah dengan kopi luwak itu sendiri.
Proses pengolahan untuk mengasilkan kopi ini terbilang sangat sederhana dan terbilang cukup mudah karena hanya buah kopi dan di fermentasi dengan enzim papain (getah pepaya) selama 48 jam. Pepaya, batiah, atau kalikih itu disadap atau dideres getahnya. Setelah itu, pengupasan dan penjemuran, lalu disangrai.
“Tujuannya, agar para petani kopi dapat meningkatkan harga jual kopi setelah dilakukan fermentasi ini dan pendapatan petani kopi dapat meningkat,” niat tulus Pebriansyah, mahasiswa Politeknik Pertanian Payakumbuh ini, yang saat ditanya belum akan mempatenkan penemuannya ini.
Pebriansyah, mengaku perhatian akademisi terhadap kopi belum maksimal. Padahal, kopi sudah menjadi komoditi ekspor yang memberikan pendapatan negara cukup tinggi.
Dalam dunia perkopian rasanya tidak ada hentinya di bicarakan, karena pengikmat kopi makin hari makin akan meningkat. Dimana-mana kopi hasil olahan yang dilakukan oleh Pebriyansah ini sudah banyak dilakukan uji rasa di berbagai tempat diantara di kafe pojok Sudirman Tanjung Pati Limapuluh Kota, kafe-kafe kopi di Payakumbuh, dan berbagai tempat yang menyediakan kopi sebagai minuman utamanya.
Beberapa dosen Politeknik Pertanian Payakumbuh telah mencoba kopi hasil fermentasi ini. Penikmat kopi di Payakumbuh dan Limapuluh Kota juga mengacungkan jempolnya. Rencana Pebriansyah akan membawa kopi yang dihasilkan ini, akan mengikutkannya pada pameran kopi bulan April nanti di Padang.
Pameran kopi berbagai asal ini akan dihelat Dinas Perkebunan Sumbar ini akan ikut mempresentasikan kopi fermentasi milik Pebriansyah. Selain itu, kopi yang dihasilkan juga akan dicoba dirumah Kopi Nunos Padang dan diujikan ke pada Para Q- Grader (penilai kopi) bersertifikasi internasional.
Pengurus organisasi Asosiasi Kopi Special Indonesia (Specialty Assosoation Coffee of Indonesia), A Syafudin yang juga ekportir kopi dari PT Sabani Internasional mendukung kopi fermentasi ini untuk dijadikan kopi spesies baru. Untuk terus melakukan pengembangan teknis terkait kopi mulai dari hulu sampai hilir, Pebriansyah juga didukung oleh para pengajar di Politeknik Pertanian Payakumbuh. Kopi merupakan produk minuman yang banyak diburu oleh banyak masyarakat di dunia saat ini. (zal)



Sumber Berita: warta-andalas.com
http://warta-andalas.com/berita-pebriansyah-temukan-spesies-kopi-luwak-fermentasi.html#ixzz3viq5Bfzf