Coffee Talk: Ethiopi

Coffee Talk: Ethiopi




Processed with VSCOcam with f2 preset
By Danny Pinnell, SCAA
Setiap tahun, Specialty Coffee Association of America's Exposition Tahunan, The Event, menyoroti sebuah Potret Negara. Tradisi ini dimulai karena komunitas kami memutuskan untuk memperhatikan asal kopi tertentu setiap tahun, memberi kami kesempatan untuk belajar lebih banyak tentang asal kopi yang berbeda. Setiap tahun membawa asal yang berbeda, negara yang berbeda untuk dijadikan sorotan dan belajar tentang, membicarakan, dan memfokuskan diri.
Tahun ini, Portrait Country kami adalah Ethiopia. Secara keseluruhan, komunitas kami di acara tahun ini akan memberi perhatian khusus ke negara ini - tidak mengurangi negara asal mana pun yang berpartisipasi dalam konferensi kami, namun untuk merayakan salah satu asal kopi spesial yang ada di dalam komunitas kami.
Dan Ethiopia sangat istimewa. Berikut adalah beberapa alasan mengapa:
Pertama, Ethiopia adalah asal kopi itu sendiri.
Ethiopia Forest
Di layar proyeksi di ruang konferensi kami, Peter Giuliano memotret hutan Etiopia.
"Kebanyakan orang tidak mengaitkan Ethiopia dengan hutan," katanya. "Orang-orang mengaitkan Ethiopia dengan padang pasir."
Gambar di layar mewakili seperti apa rupa Southwest Ethiopia. Hutan yang menakjubkan seperti Eden (kata Petrus). Hutan jenis ini adalah tempat kopi berevolusi dan ditemukan oleh manusia.
ethiopian coffee ceremonyUpacara kopi Ethiopia (yang bisa Anda baca lebih lanjut tentang pembicaraan kopi yang aprevious) membantu mengembangkan tradisi mengkonsumsi kopi dan pembuatan bir menjadi minuman. Panci kopi dengan leher panjang dan sempit adalah simbol kopi di Ethiopia. Ini sama simbolisnya kopi di Ethiopia karena cangkir dengan pegangannya ada pada kita.
Ethiopia adalah pusat kopi, tanah air dari kedua kopi sebagai tanaman biologis dan sebagai minuman dan tradisi.
Kedua, Ethiopia mungkin merupakan asal kopi paling beragam di dunia dalam hal rasa kopi. Ada berbagai proses yang digunakan di Ethiopia: dicuci, dikeringkan dengan matahari, alami, dll. Ada sejumlah besar kultivar dan varietas botani, ada banyak keanekaragaman lingkungan - padang pasir di barat dan hutan di timur- yang menyebabkan rasa yang berbeda di kopi yang tumbuh di Ethiopia.
Harar, gurun yang sangat kering, gersang, menghasilkan kopi pengecapan yang sangat berbeda dari pada daerah subur, basah dan sejuk di barat daya.
Untuk pertemuan ini, kami menyiapkan tiga kopi berbeda dari Ethiopia.
  1. Kemgin by Think Tank Coffee – “White peach, lime, honeydew, ginseng, milk chocolate.”
  2. Konga by Static – “Floral and sweet with notes of honeysuckle, red grapes, and red apple.”
  3. Ethiopia by Proud Mary, a “tabletop sunny” natural with a berry taste, my personal favorite among the three.
Masing-masing dari ketiga kopi ini terasa sangat berbeda dari yang lain, tapi semuanya berasal dari asalnya: Ethiopia.
Ketiga, hampir semua kopi yang diproduksi di Ethiopia diproduksi oleh petani sangat kecil. Petani di Ethiopia sering berjalan bermil-mil untuk membawa sekantong kecil kopi ke stasiun cuci untuk menjualnya.
Itu menciptakan beberapa masalah - kecilnya belum tentu menguntungkan petani. Tapi, di sisi baiknya, gagasan peternakan kecil sangat resonan bagi orang-orang yang memperhatikan makanan mereka. Orang-orang pergi ke pasar petani untuk membeli alpukat dari peternakan alpukat kecil-tidak ada kopi yang lebih banyak dijiwai dengan makanan kecil. petani daripada Ethiopia. Tidak seperti negara seperti Brazil, di mana sebagian besar peternakannya cukup besar, sebagian besar peternakan di Ethiopia cukup kecil dan sebagian besar merupakan operasi keluarga.
Banyak dari peternakan kopi Ethiopia ini bekerja sama dengan petani lain dalam bentuk co-op. Kerja sama dibentuk saat kelompok petani berkumpul dan mereka mencoba mengendalikan produksi mereka sendiri. Jadi mereka bisa membeli stasiun cuci bersama. Koop bisa bergabung dengan koperasi lain untuk mengekspor kopi mereka bersama-sama.
Ini benar-benar terjadi di Ethiopia. Kapan pun Anda membeli kopi dari Ethiopia yang diberi label "fair trade" atau "organik," sudah pasti hal itu berasal dari kerja sama. Dan co-ops adalah kekuatan yang sangat kuat dan progresif dalam kopi.
Bergabunglah dalam perayaan Ethiopia sebagai negara asal dan potret kopi untuk Acara Tahunan ke-27 minggu depan di Seattle.

Kawa dan jawa

Kawa dan jawa

KAWA DAN JAWA
Anda pernah mencicipi hangatnya Aia (air) Kawa?
Aia Kawa adalah salah satu jenis minuman khas dari Ranah Minang yang terbuat dari daun kopi jenis lokal pilihan yang diolah terlebih dahulu.
Kenapa menggunakan daun kopi? Konon kabarnya, pada zaman penjajah berkuasa, seluruh hasil panen buah kopi segar dari Ranah Minang diekspor keluar negeri oleh bangsa penjajah. Oleh sebab itu warga pribumi tidak mendapat kesempatan untuk mencicipi nikmatnya hasil seduhan buah kopi. Minum kopi pada zaman itu mempunyai kebanggaan tersendiri. Kebiasaan meminum kopi melambangkan seseorang berkelas pada zaman itu. Seperti kata pepatah, tak ada rotan akarpun jadi. Tidak ada kopi daunnya pun tak apalah, begitu kira-kira. Adanya aia kawa ini menyebabkan keinginan orang untuk menikmati minuman kopi sedikit terobati hingga akhirnya minuman ini banyak yang mengemari.
Aia Kawa masih menjadi salah satu minuman yang cukup populer di Sumatera Barat yang bertahan hingga saat ini dan tidak kalah dengan kopi–kopi pada umumnya. Kepopuleran tersebut dibawa ke tanah perantauan oleh masyarakat minang karena banyaknya masyarakat minang yang merantau terutama ke pulau Jawa yang padat penduduk. Dibukanya kedai-kedai yang menyediakan minuman traditional ini disambut baik oleh konsumen. Tak hanya orang minang tapi juga masyarakat lainnya yang menjadi tertarik. Pada saat ini kita bisa dengan mudah menemukan kedai kopi yang menyediakan aia Kawa di berbagai daerah seperti Jakarta, Bogor, Bandung dan tempat–tempat lainnya.
Pengolahan daun kopi menjadi minuman aia kawa terinspirasi dari cara mengolah daun teh. Aia Kawa biasanya dihidangkan menggunakan tempurung kelapa dan tatakan bambu. Berbagai jenis inovasi dari aia kawa di antaranya adalah sebagai berikut.
KAWA ORIGINAL. Seduhan menyegarkan rasa kopi dan teh.
KAWA GULA AREN. Seduhan menyegarkan manis rasa aren.
KAWA SUSU. Seduhan yang menyegarkan tubuh dengan tambahan susu yang nikmat.
KAWA JAHE. Seduhan kawa daun dengan jahe membuat tubuh hangat dan melancarkan pernafasan serta mengobati tenggorokan gatal. Cocok diminum saat hujan dan dingin.
KAWA TELUR. Rasa air kawa dengan telur yang dikocok bisa menambah mengambalikan stamina serta semangat lagi.
KAWA MADU. Madu yang baik manfaatnya dikombinasikan dengan minuman kawa daun menambah vitalitas penikmatnya. 
Perpaduan susu, jahe, telur, dan madu sangat cocok utuk memanjakan diri anda.

Minuman aia kawa juga memiliki kafein namun lebih rendah daripada biji kopi. Kepekatan dari kafein itu tergantung dalam proses pengolahannya. Selain itu cita rasa sebuah minuman dipengaruhi oleh produknya, kondisi lingkungan perkebunannya, waktu dan proses panen serta proses penyajiannya oleh si pembuat minuman tersebut.
Dahulu, minuman kopi banyak dinikmati untuk begadang dan menambah kesegaran. Pada saat ini terutama daerah Jawa, kopi bukan lagi sekedar untuk menghilangkan rasa kantuk tetapi sedang menjadi tren. Hal ini disebabkan telah banyaknya kedai kopi yang menyajikan cara menikmati cita rasa kopi yang berbeda. Design interior kedai kopi pun telah memiliki keunikan dan lebih menarik sehingga nyaman untuk kumpul-kumpul bareng dan bersantai-santai.
Profesi pembuat kopi atau biasa disebut barista juga mulai diminati. Barista merupakan suatu pekerjaan yang memiliki keahlian dalam meracik kopi yang berbasis espresso. Profesi ini menjadi ternama karena dibutuhkan keahlian khusus hanya untuk menyajikan secangkir kopi. Selain itu, untuk mejadi seorang barista dibutuhkan pengetahuan lebih tentang berbagai jenis kopi. Semakin banyak jam terbang seorang barista maka cita rasa dari kopi dan konsistensi dalam menyajikan secangkir kopi.
Minuman traditional dari daun kopi ini baik untuk kesehatan karena kandungan yang sangat banyak. Air seduhan dari daun kopi pilihan yang telah disangrai ini memiliki manfaat di antaranya adalah sebagai berikut.
Menurunkan risiko diabetes
Diabetes merupakan sebuah penyakit yang dimana banyak dialami seseorang yang terlalu suka mengkonsumsi minuman atau makanan manis sehingga mampu menaikkan kadar gula darah di dalah tubuh kita. Tentu, hal ini berdampak tidak baik bagi kesehatan tubuh dan bisa menghasilkan hal yang berdampak negatif. Minuman ini sangatlah berguna untuk mengatasi hal ini yaitu untuk membantu menurunkan risiko diabetes.

Mencegah penyakit jantung
Jantung merupakan sebuah organ yang ada di dalam tubuh yang memiliki peran yang penting dan utama. Oleh karena itu, jantung ini perlu untuk kita jaga kesehatannya, karena jika tidak bisa berdampak yang tidak baik. Untuk mencegah penyakit jantung yang bisa menyebabkan kematian, anda bisa mengkonsumsi aia kawa yang dipercaya bisa membantu anda dalam mencegah penyakit jantung.
Mengatasi rasa lapar dan kelelahan
Bagi anda yang sedang melakukan program diet dan sering merasa lapar, minuman ini juga sangatlah baik sekali jika anda konsumsi. Minuman ini telah dipercaya bisa membantu mengatasi rasa lapar dan juga kelelahan. Jadi, sangatlah baik sekali jika anda konsumsi untuk pengganjal perut.
Melancarkan saluran pernafasan
Jika anda sedang mengalami gangguan pada saluran pernafasan khususnya untuk penderita sesak nafas disarankan untuk mengkonsumsi minuman ini. Khasiat dari minuman ini bisa membantu anda dalam mengatasi hal tersebut dengan cara mencampurkan seduhan daun kopi dengan jahe.
Menambah stamina
Bagi anda yang ingin menambah stamina atau vitalitas menjadi lebih meningkat, minuman ini telah dipercaya bisa membantu anda dalam meningkatkan stamina. Kandungan kafein yang ada di dalam minuman ini sangatlah baik sekali untuk anda konsumsi. Caranya dengan mencampurkan seduhan dari daun kopi dengan madu dan telur.
Menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi)
Jika anda memiliki tekanan darah tinggi, maka hal tersebut perlu untuk anda atasi. Hal ini perlu sekali untuk diatasi karena juga bisa berdampak negatif alias tidak baik bagi kesehatan tubuh. Untuk anda yang mengalami darah tinggi atau hipertensi, bisa untuk mengkonsumsi minuman teh daun kopi ini. Minuman ini bisa membantu anda dalam menurunkan tekanan darah tinggi.
Anti Inflamasi
Bagi anda yang sedang mengalami peradangan, minuman ini bisa membantu memperbaiki jaringan tubuh anda yang telah rusak. Kandungan di dalam minuman ini bersifat anti inflamasi, jadi jika anda mengalami peradangan dan juga pembengkakan, bisa minuman akan membantu anda dalam mengatasi alergi, radang sendi dan juga sakit kepala.
Meningkatkan konsentrasi
Jika anda memiliki konsentrasi yang menurun, minuman ini juga memiliki khasiat yang bisa membantu anda dalam meningkatkan kembali konsentrasi anda. Konsentrasi yang meningkat tentunya akan membantu anda dalam melakukan aktivitas sehari-hari supaya menjadi lebih lancar tanpa ada gangguan.
Kaya antioksidan
Daun kopi ini memiliki kandungan oksidan yang lebih tinggi dibandingkan dengan teh hitam ataupun teh hijau. Tentu, hal ini memiliki dampak yang baik karena antioksidan memiliki peran yang penting bagi tubuh salah satunya bisa menangkal radikal bebas.
Banyaknya manfaat kesehatan berasal dari daun kopi menarik untuk dicoba. Sekali-sekali minum minuman traditional Indonesia, mantap juga loh.

Salam hangat
Siska Adelya Ramadhani, M.Si.
Co-founder’s Takana kafe
Jalan Raya Dramaga km 8, ruko Taman Darmaga Hijau no b.7, RT/RW 01/01, Babakan, Dramaga, Bogor.
Mengenal Kopi Fermentasi Setara Kopi Luwak dalam Sajian Coffee Tour

Mengenal Kopi Fermentasi Setara Kopi Luwak dalam Sajian Coffee Tour


Provinsi Sumatera Barat sudah lama dikenal memiliki objek wisata alam yang indah. Keindahan alam Sumatera Barat bahkan telah banyak dikenal pelancong domestik maupun manca negara.
Namun, 'menikmati Sumatera Barat' bukan sekadar menikmati alamnya saja. Ada banyak hal menarik yang bisa didapat melalui berbagai kegiatan yang memberi pengalaman baru bagi Anda ketika berwisata.
Tepatnya di kawasan wisata Lembah Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, ada satu kegiatan wisata baru yang disebut sebagai agrowisata perkebunan kopi atau oleh pencetusnya disebut Coffee Tour.
Kegiatan agrowisata Coffee Tour, dirintis seorang alumni Politeknik Pertaninan Universitas Andalas, Pebriansyah. Pria kelahiran Palembang, 27 tahun silam, mengambil jurusan Menajemen Perkebunan, berkonsentrasi pada budidaya kopi dan pengolahannya.
Kecintaan Pebri pada kopi telah bermula di masa kuliah. Kecintaan itu pula yang membuatnya memilih penelitian akhir terkait kopi fermentasi.
Selesai kuliah di Unand Padang pada 2014, Pebri langsung memulai usaha coffee shop beralamat di jalan Soekarno-Hatta, Kota Payakumbuh. Di kota ini, Pebri merintis usaha secara profesional. Berbekal ilmu manajemen pertanian yang dimiliki, dia tidak ingin sekadar menjadi 'penjual kopi.'
Ia lalu memadukan kegiatan pariwisata dalam bisnis kopi. Maka sejak 2015, Pebri merintis kegiatan agrowisata dengan menawarkan pengalaman baru bagi wisatawan baik dalam maupun luar negeri. Kegiatan wisata tersebut lalu diberi nama Coffee Tour di bawah manajemen perusahaan Nusantara Coffee yang dipimpinnya.
Pengalaman baru yang akan Anda dapatkan dalam Coffee Tour adalah merasakan bagaimana cara membudidaya kopi langsung di kebunnya. Lalu, Anda dapat merasakan bagaimana mengolah kopi secara benar, hingga menyajikannya ke gelas untuk Anda nikmati.
"Kami menawarkan nilai edukasi tentang kopi dalam kegiatan wisata ini," sebut Pebri kepada Covesia, Jumat (14/10/2016).
Lokasi Agrowisata Coffee Tour
Agrowisata Coffee Tour yang dikelola Pebri berada dekat kawasan objek wisata Lembah Harau. Cagar alam tersebut merupakan objek wisata terkenal di Sumatera Barat yang keindahannya telah memukau para pelancong dari belahan dunia.
Lembah Harau berada di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Daerah ini berjarak sekitar 138 kilometer dari Kota Padang, 47 kilometer dari Kota Bukittinggi dan sekitar 18 kilometer dari Kota Payakumbuh.
Sementara, kawasan agrowisata Coffee Tour berada di dataran tinggi di pinggang Gunung Sago. Transportasi dari luar Sumatera Barat dapat Anda pilih menggunakan jalur darat maupun udara.
Jika Anda memilih jalur udara, maka Anda akan memasuki Sumatera Barat melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Kabupaten Padang Pariaman. Anda dapat memilih berbagai maskapai penerbangan yang sesuai dengan keinginan, salah satunya maskapai bujet seperti Lion Air atau Air Asia yang membuka rute menuju Sumbar setiap harinya.
Lokasi agrowisataCoffee Tourdi pinggang Gunung Sago ini, tentu tidak akan mengecewakan. Berada di ketinggian lebih dari 1.000 mdpl, membuat kawasan ini sejuk dan jauh dari polusi.
Untuk dapat mengikutiCoffee Tour ini, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya terlalu mahal, sebab ada beberapa paket yang ditawarkan pengelola, mulai dari penjemputan ke bandara, penginapan di homestay Lembah Harau, serta belajar budidaya kopi hingga proses pengolahannya. Anda juga dapat menikmati kopi hasil olahan sendiri.
Khusus paket coffee tour di luar transportasi dan penginapan, Anda akan dikenakan biaya, per jam sebanyak Rp100 ribu. Biasanya, setiap satu kali tur, wisatawan menghabiskan waktu hingga lima jam.
Sedangkan, untuk penginapan di kawasan Lembah Harau, pihak homestay menawarkan harga variatif mulai dari Rp90 hingga Rp500 ribu per malam per orangnya.
Wisatawan domestik yang telah berkunjung ke lokasi wisata ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Sedangkan dari mancanegara, Coffee Tour telah menerima tamu dari Perancis, Jerman, Inggris, Austria, Belanda, dan Amerika Serikat dengan jumlah wisatawan lebih dari 100 orang.
Pengalaman Mengolah Kopi
Berwisata memang tidak melulu melihat dan menyaksikan keindahan alam di suatu tempat saja. Ada banyak cara yang bisa dilakukan agar aktivitas berlibur menjadi suatu pengalaman yang bahkan belum dirasakan sebelumnya.
Jika Anda pernah atau bahkan sering mengunjungi objek wisata, tentu ada banyak momen yang terjadi dan biasanya didokumentasikan dalam bentuk foto maupun video.
Nah, akan menarik apabila yang didokumentasikan adalah aktivitas yang berbeda dari biasanya, seperti belajar membudidayakan kopi, mengolah, hingga menikmati kopi hasil racikan sendiri.
Pengalaman inilah yang ditawarkan saat Anda mengikuti kegiatan wisata Coffee Tour. Anda akan mengetahui bagaimana proses budidaya kopi di dataran tinggi, khususnya di kawasan perkebunan kopi Gunung Sago, Lima Puluh Kota.
Pebri bekerja sama dengan petani kopi setempat, yang telah menjadi rekan dalam pengembangan dan kemajuan kopi di Sumatera Barat.
Sejak menggeluti bidang ini, dia melakukan pembinaan dan kerja sama dengan kelompok tani, mulai dari teknik perkebunan, perawatan dan pasca panen, serta kerja sama pemasaran produk kopi.
"Bibit kopi yang digunakan dalam budidaya adalah kopi arabica dan robusta dari bibit kopi Sri Garar Utang, Lini-s, dan Kartika asal Aceh dan Jember," kata Pebri.
Dia membeberkan proses pengolahan kopi yang biasa dijelaskannya kepada wisatawan.
Proses dimulai dari pemetikan biji kopi (arabica/ robusta) siap panen (berwarna merah). Setelah dipetik, kopi lalu dikupas menggunakan pulper (alat pengupas kulit kopi).
Karena produk kopi yang dihasilkan adalah kopi fermentasi, maka setelah dikupas, kopi masuk ke proses fermentasi menggunakan bahan sepertibromelin dan papainyang diracik dengan takaran tertentu dan teliti, yang kemudian mampu menghasilkan kopi fermentasi.
Selanjutnya, dilakukan penjemuran dalam waktu tertentu. Lalu masuk ke proses sortasi untuk menemukan kopi berkualitas grade 1 atau speciality sampai mendapati kadar air maksimal 11 %.
Setelah sortasi, maka masuk ke proses roasting (sangrai) dengan menggunakan roaster hingga didapat tingkatan roasting terbaik, dan siap untuk dikemas atau diolah lebih lanjut.
Pengalaman ini tentu layak didokumentasikan dalam bentuk foto maupun video. Ini bisa menjadi 'bingkisan menarik' untuk Anda, sekaligus edukasi dan pengalaman berharga, khususnya pengetahuan mengolah kopi.
Mengenal Kopi Fermentasi Setara Kopi Luwak
Kopi fermentasi hasil kreasi Pebri menjadi kebanggaan baginya. Dia dinilai berhasil menemukan salah satu cara menghasilkan produk kopi setara dengan kopi luwak. Kreasi itu dihasilkan atas penelitiannya untuk mendapatkan gelar Strata 1 Sarjana Teknik Pertanian di Unand, Padang.
Mengapa kopi fermentasi?
Kopi luwak saat ini cukup digandrungi dan bahkan memiliki nilai jual tinggi. Kopi luwak dikenal di belahan dunia, karena ciri khas aroma dan rasa yang tidak dimiliki kopi lainnya.
Keterbatasan dalam menghasilkan produk kopi menggunakan musang luwak,memicu Pebri mencari cara lain, agar aroma dan rasa kopi luwak tetap diperoleh.
"Bila hanya mengandalkan hewan luwak, produksi jadi sulit diukur karena sangat bergantung kepada populasi luwak di perkebunan setempat," katanya.
Selain itu, menurut Pebri, proses alami dari hewan luwak, pada sebagian orang belum dapat diterima mengingat dihasilkan melalui proses pembuangan kotoran.
"Dari hal ini suatu cara sangat diperlukan untuk menghasilkan rasa kopi yang diiinginkan tanpa harus bergantung terhadap hewan luwak, tetapi tetap mendapatkan cita rasa yang sama dengan aroma dan rasa kopi luwak," sebut Pebri.
Dari ide ini, Pebri kemudian memanfaatkan teknologi getah papainyang dapat menurunkan kadar protein kopi, yang menyebabkan rasa pahit bila biji kopi disangrai. Tindakan ini meniru peran lambung musang luwak dalam memecah protein dari kopi yang dimakan.
Biasanya papain digunakan untuk melunakkan daging sebelum dimasak. Pilihan menggunakan papain untuk memecahkan protein, sesuai dengan riset Ps Jothish pada 2013, dariTropical Botanic Garden and Research Institute Kerala, India.
Riset tersebut membuktikan pepaya merupakan buah yang paling banyak dimakan luwak, mencapai 25,53 %. Buah lain di antaranya nangka, pisang, dan cabai merah.
"Buah menjadi konsumsi utama (makanan musang luwak) mencapai 82 %, yang artinya secara alami sistem pencernaan luwak memang didominasi bahan pencerna protein," jelasnya.
Menurut Pebri, menggunakan papain sebagai fermentasi dalam pengolahan kopi dapat meningkatkan harga jual kopi, karena selama ini komoditi kopi rakyat dihargai relatif murah.
Biaya pemeliharaan hewan luwak per bulan bisa mencapai Rp1 juta per ekor. Sementara, penggunaan papain dapat meningkatkan nilai tambah, namun dengan cara sederhana, sehingga nilai jual kopi mentah di kalangan petani lebih meningkat.
"Dengan menggunakan fermentasi papain dapat memangkas waktu dan biaya secara signifikan, kemudian produksi mudah diatur untuk merespon perubahan harga atau permintaan pasar," katanya.
Saat permintaan atau harga anjlok, sebut Pebri, produksi bisa segera dikurangi. Tidak ada biaya operasional lain berupa pemeliharaan luwak.
Selain papain, fermentasi juga dapat menggunakan bromelinyang dapat memberikan aroma dan cita rasa yang khas. "Sehingga didapatlah kualitas kopi yang spesial setara kopi luwak bahkan melebihinya."
Jenis kopi yang dihasilkan dalam proses fermentasi berupa, kopi arabikafermentasi, kopi robusta dan arabika dengan fermentasi papain dan bromelin.
"Kami hanya menggunakan kopi dari jenis robusta dan arabika yang benar-benar telah sempurna untuk dipanen, yang ditandai dengan warna buah merah, dari sumber kebun yang terpercaya dan berkesinambungan," katanya.
Pengembangan Bisnis dan Pemasaran Kopi
Pengakuan terhadap aroma dan rasa "kopi fermentasi setara kopi luwak" bukan penilaian subjektif. Aroma dan rasa kopi fermentasi yang diolahnya mendapat pengakuan dari KetuaAsosiasi Kopi Luwak Indonesia (AKLI), Edy Panggabean.
"Waktu itu kita mengikuti pameran kopi yang digelar di Kota Padang pada Mei 2016, dan turut menghadirkan pak Edy Panggabean," katanya.
Dalam pameran itu, kata Pebri, Ketua AKLI Edy Panggabean mencicipi kopi fermentasi hasil olahannya. Lalu, Edy bertanya, "kopi luwak jenis apa ini?" tanya Edy.
"Untuk meyakinkan pak Edy, saya minta beliau mencicipi kopi itu kembali," sebutnya.
Edy mengira jika kopi olahan Pebri adalah kopi luwak. Pebri lalu menerangkan bahwa kopi olahannya merupakan hasil fermentasi dari enzim papain dan bromelin, yang mampu menghasilkan cita rasa setara kopi luwak.
Pengakuan ini membuat Pebri semakin bersemangat untuk mengembangkan bisnis dan pemasaran kopi fermentasi olahannya.
Melalui perusahaannya, Nusantara Coffee,Pebri meneruskan pengembangan hingga ke beberapa lokasi seperti di Kabupaten Solok, Payakumbuh, Lima Puluh Kota dan sedang dikembangkan di Kota Padang.
"Saya berniat segera mengurus Hak Kekayaan Intelektual atas produk kopi yang saya hasilkan," katanya.
Selama dua tahun (2015-2016), Nusantara Coffee sudah menghasilkan dan memasarkan sekira 70 ton produk kopi dengan merek Sam's Roasted Bean, yang didistribusikan ke cafe-cafe maupun konsumsi pribadi, hingga menembus pasar ekspor di Amerika Serikat dan Australia.
"Proses Sam's Coffee hanya sampai di roasting saja, lalu dikemas sempurna," katanya.
Harga Sam's Coffee Roasted Bean relatif terjangkau. Setiap 1 kilogram dibanderol seharga Rp225 ribu.
Dalam 10 tahun ke depan, Pebri berencana mengembangkan usahanya ke seluruh Nusantara, hingga berusaha mengembangkan ekspor ke wilayah Eropa dan Timur Tengah.
(*/rdk)
Editor: Rudrik Syaputra
Kategori: Advetorial
sumber: http://m.covesia.com/berita/29228/mengenal-kopi-fermentasi-setara-kopi-luwak-dalam-sajian-coffee-tour.html
Kopi Arabica solok dorong kemajuan pariwisata

Kopi Arabica solok dorong kemajuan pariwisata

Kopi Arabica solok dorong kemajuan pariwisata
Siap yang tak kenal kopi arabica solok yang namanya menjadi berbincangan di dunia perkopian Nasional dan bahkan selalu di ikutkan pada festivak kopi Dunia seperti di seatle, atlanta america dan beberapa negara lain.
Kopi arabica solok memeiliki kualitas spesialty kopi berdasarkan hasil cupping oleh Q Grader (penilai mutu kopi) kopi solok memiliki nilai diatas 87 ini lah yang membuat kopi ini selalu di buru baik dalam dan luar negeri.
Daerah penghasil kopi ini di mulai dari kabuten solok sampai ke solok selatan, yang memiliki ketinggian diantara 1000-1600 mdpl dari permukaan laut, kopi ini melakukan proses pasca panen dengan menggunakan sop mengolahan dan sortasi beji yang ketat untuk  menghasilkan grade no 1 
Dalam rangka pengembagan areal pariwisata di kabupaten solok degan icon tiga danau kembar yaitu danau gunung talang, danau diatas dan di bawah dilakukan kegiatan survey dan diskusi pariwisata yang menghadirkan beberpa stehoder.
Kegiatan yang dilakukan pada senin, 9 mei 2016 di beberapa spot wisata diseputaran kawasan alahan panjang dengan melihat langsung beberapa tempat yang akan di dorong menjadi kawasan wisata, hadir pada kesempatan itu Andri Nof Chaniago yang merupakan komisaris angkasa pura beliau telah berhasil menggangkat kawasan mandeh menjadi destinasi wisata sumbar yang terkenal.
Para penggiat wisata, komunitas-komunitas, media, serta pemerintah daerah solok yang langsung dihadiri oleh Bupati Solok, yang mana tujuan kegiatan ini mendorong untuk melakukan percepatan promosi pariwisata di tempat ini, sehingga nantinya adanya kesadaran dari semua elemen untuk memajuankan pariwisata yang ada di daerah ini, untuk itu semua pihak harus aksi bersama mendorongnya, sehingga semua persoalan dapat diatasi dalam rangka pembenahan semua lini penunjang pariwisata di daerah ini.
Kegiatan ini diakhiri di villa danau diatas dengan menampilkan kopi arabica solok dari beberapa penghasil kopi seperti Solok radjo, SAM’S coffee,Tridawa ,central coffee dan Nusantara coffee dengan melakukan kegiatan cupping kopi bersama dan diskusi wisata dan perkembangan kopi yang ada yang merupakan daya dukung kunjungan wisata . kegiatan cupping di pandu oleh tengku firmansyah dari solok radjo dan kawan-kawan, edra novid dari Sam’S coffee, serta dialakukan minum kopi bareng sebanyak ratusan gelas yang diracik oleh pebriyansah dari nusantara coffee untuk semua pengunjung yang hadir.
kawasan danau diatas juga telah berdiri sebuah coffee shop dengan nama central coffee yang merupakan kopi shop yang lahir untuk memperkenalkan kopi kepada wisatawan yang datang ke daerah ini, karena letaknya langsung diareal mesjid ummi di danau diatas, central coffee juga memberikan informasi mengenai perkembangan kopi solok serta bagaimana menikmati kopi tersebut.
Kedepan dengan adanya kemajuan kopi solok dan pariwisata hendaknya semakin memacu kunjungan para wisatawan baik international maupun domestik yang tentunya sangat berdampak kemajuan perekonomian daerah
Buah atau Daun Kopi

Buah atau Daun Kopi

Buah atau Daun Kopi
oleh All Amin
Cerita tentang kopi memang tak ada habisnya, selalu menarik untuk dibahas, apalagi sambil menikmati secangkir kopi nikmat.
Suatu sore di sebuah kedai kopi, saya diskusi tetang kopi dengan seorang kawan. Kawan ini pengetahuannya tentang kopi sudah khatam. Dia bisa ceritakan dengan gamblang mulai dari varietas apa yang cocok ditanam diketinggian berapa, bahkan sampai pengaruh merek air mineral pada citarasa kopi. Terkadang cukup membuat orang melongo, apalagi ditambah dengan gaya bicaranya yang berapi-api. Pokoknya kalau sudah ngobrol dengan kawan yang satu ini, saya selalu menerapkan hukum Pareto 80:20. Dua puluh persen diskusi pakai mulut, sisanya hanya menggunakan telinga.
Rupanya cerita tentang kegiatan yang sedang saya lakukan, yaitu 'Gerakan Ayo Minum Teh dari Daun Kopi' sampai juga ke telinga kawan ini. Seperti yang saya perkirakan, mulailah saya menerima wejangan. "Apa yang brother kerjakan itu, sungguhlah berat. Minum daun kopi itu tidak populer brother, siapa yang akan mau minum daun kopi? Kan sudah ada pembagiannya, kalau kopi yang diambil buahnya, yang diminum daunnya itu namanya teh..." katanya membuka 'seminar' empat mata.
Sebagai seorang yang senang sekali kalau dipanggil pakar kopi, beragam argumentasi logis meluncur gamblang dari sohib saya ini "Kalau buah kopi itukan sudah jelas brother, minuman populer, rasanya banyak yang suka, manfaatnya ada dan pasarnya juga sangat besar. Buat apa brother buang-buang waktu melakukan sesuatu yang tidak jelas begitu". "Sorry ya, ini saran saya saja lho" katanya sesekali menghibur.
Jatah ngomong yang hanya sedikit, saya manfaatkan untuk bertanya. "Bagaimana sejarah awalnya kopi ini jadi minuman kawan?"
"Dari Ethiopia brother, dulu ada penggembala kambing namanya Kaldi..." si sohib lansung menimpali. "Suatu hari si Kaldi ini heran memperhatikan kambing gembalaanya selalu kelihatan agresif setelah memakan suatu jenis tanaman. Bahkan ada seekor kambing yang awalnya kelihatan sakit, setelah memakan tanaman itu kelihatan segar kembali. Lalu tanaman itu dibawa pulang oleh Kaldi, dan tanaman itulah sekarang yang kita kenal dengan kopi" ceritanya mantap.
Saya menyahut, "Besok saya mau coba kontak kawan di Afrika, mau tanya di Ethiopia itu kambing makannya buah atau daun kopi. Karena dikampung saya kambing itu biasanya makan daun, yang makan buah kopi itu musang namanya".
remarkable indonesian coffee

remarkable indonesian coffee

agenda kegiatan SCAI di atlanta

Press Conference #SCAA2016 // Indonesia thoroughly selected 17 fine specialty coffees that originated from different islands across Indonesian vast archipelago, such as Sumatra, Java, Sulawesi, Flores and Bali. Indonesia's participation at SCAA is a collaboration between Indonesian government and Indonesia's coffee associations 🇲🇨
Yoshua Tanu, the Indonesian barista champion is serving Sumbawa #coffee with notes chocolate & cherry 


It's a wrap! Day one at #SCAA2016 was amazing. Be sure to stop by tomorrow and taste 17 of well-curated Indonesian coffees from:
• Gunung Puntang
• Mekar Wangi
• Manggarai
• Malabar Honey
• Atu Lintang • Toraja Sapan
• Bali Bluemoon Organic
• Gayo Organic
• Java Cibeber
• Kopi Catur Washed
• West Java Pasundan Honey
• Arabica Toraja
• Flores Golewa
• Redelong
• Preanger Weninggalih
• Flores Ende
• Java Temanggung.
See you there, folks! 
Mimpi Dalam Secangkir Kopi

Mimpi Dalam Secangkir Kopi


Oleh : All Amin
Lagu Bareh Solok sangat populer didaerah Sumatera Barat, dan kini ada satu komoditi lagi dari Solok yang harus dikenal banyak orang, yaitu kopi Solok.
SCAA Expo adalah pameran kopi terbesar didunia yang diadakan di Amerika Serikat setiap tahun. Pada tahun 2014 menobatkan kopi Solok sebagai salah satu dari sembilan kopi terbaik dari Indonesia, saat itu Pavilion Indonesia memajang 39 jenis kopi dipameran tersebut.
Pengakuan tentang citarasa kopi Solok tentulah sangat berdasar, tidak cuma di SCAA Expo yang sudah pasti bisa dijadikan acuan. Beberapa pencicip rasa kopi, atau yang dikenal dengan istilah Q-Grader juga mengamini hal tersebut. Seperti diceritakan oleh Adi Alfadriansyah, ketua Koperasi Petani Kopi Solok Radjo. Rasa lelahnya mengejar seorang Q-Grader terkenal terbayarkan ketika yang besangkutan berkomentar "Saya tidak mesti berbohong untuk mengatakan kopi Anda enak".
Nama kopi Solok kini mulai harum, seharum seduhan kopinya ketika bertemu air panas. Tidak hanya di Sumatera Barat, dikalangan pecinta kopi di Jakarta kini ada istilah, "Rasa kopi Solok itu nyolok".
Berbagai upaya perbaikan terus dilakukan oleh semua pihak dengan penuh semangat. Tidak hanya pelaku usaha kopi, sokongan pemerintah pun sangat dibutuhkan. Salah satunya ketika Pemerintah Propinsi, diwakili oleh Ir. Fajarudin selaku Kadisbun Sumatera Barat mempromosikan kopi Solok dievent kelas dunia seperti SCAA Expo.

Kini bola salju itu terus mengelinding, menurut Edra Novit dari Gapoktan Surian, permintaan pasar lokal dan eksport terus bergulir, termasuk dari Amerika. Dia berharap dalam waktu dekat mimpinya mengirim satu kontainer full, berisi kopi Solok segera terwujud. Hingga tidak perlu lagi ditumpangkan dan memakai nama kopi dari daerah lain. Nasib kopi Solok tidak boleh lagi seperti telur mata sapi, yang punya telur ayam, tapi sapi yang dapat nama.
Fenomena kopi Solok harus menjadi momentum kebangkitan kembali industri kopi di Ranah Minang. Sumatera Barat memiliki banyak sekali daerah yang berpotensi ditanami kopi. Semua harus saling bekerjasama sesuai dengan bagiannya masing-masing. Rantai industri kopi itu cukup panjang, mulai dari petani kopi, pengepul kopi, pedagang kopi, penggoreng kopi dan kedai kopi, bila semua itu bisa bergerak, maka sekaligus akan menggerakan roda ekonomi.
"Sebagian kopi Solok sudah masuk kategori kopi spesial, dan akan terus bertambah jumlahnya ketika semakin banyak yang bisa memberikan perlakuan yang benar pada kopi", seperti disampaikan oleh Ahmad Syafrudin, ketua SCAI (Specialty Coffee Assosiation of Indonesia). Ini tentu menjadi jalan bagi kopi Solok untuk bisa bersaing dipasar kopi dunia. Industri kopi itu sangat besar, kopi adalah komoditi nomor dua paling banyak diperdagangkan di dunia sesudah minyak bumi.
Menjadi tuan rumah dinegeri sendiri dan tamu terhormat dinegeri orang, falsafah itu yang menginspirasi Tridawa Coffee, salah satu merek dagang kopi, untuk ikut mengambil bagian dalam upaya mempopulerkan kopi Solok. Membuat kopi Solok kedalam kemasan sebagai oleh-oleh khas dari Ranah Minang, menjajakan kopi Solok ke coffee shop dan retail di Jakarta, serta membawa kopi Solok mengikuti pameran-pameran kopi diluar negeri adalah upaya kongkrit yang di lakukan oleh Tridawa Coffee, perusahaan kopi yang di awaki oleh putra Minang ini.
Semoga kerja keras dari semua pihak ini segera membuahkan hasil. Industri kopi di Ranah Minang terus maju pesat, kedepan tidak boleh lagi ada pohon kopi yang ditebang karena dianggap tidak menghasilkan, atau pohon kopi hanya sekedar dijadikan pembatas sepadan tanah. Harusnya pohon kopi itu dirawat seperti dalam cerita angsa bertelor emas, agar hasilnya bagus dan menghasilkan kopi enak. Percayalah, kopi enak itu selalu akan menemukan penikmatnya.
Dan segera harus diciptakan lagu baru, berjudul "Kopi Solok" lalu lagu itu harus ditranslate kedalam bahasa Inggris, agar lagunya bisa dimengerti diseluruh dunia, sambil menikmati secangkir kopi Solok.
Karakter Cita Rasa Kopi

Karakter Cita Rasa Kopi


Terdapat enam atribut terpenting dalam karakter cita rasa kopi, yaitu 1) aroma; 2) acidity; 3) body; 4) flavors; 5) aftertaste; dan 6) sweetness. Keenam atribut cita rasa ini akan memengaruhi sensasi rasa dari kopi yang kita sesap. Karakter cita rasa kopi ini bukanlah sesuatu yang sulit kita kenali jika kita sudah terbiasa meminum kopi. Ketika kita menikmati secangkir kopi biasanya yang pertama kali kita cari adalah rasa, bukan tekstur atau hal lainnya. Jika kita selalu terkesan dengan karakter cita rasa kopi begitu meminumnya, ada baiknya kita mengenali karakter-karakter tersebut.

Karakter Cita Rasa Kopi: Aroma

Aroma kopi akan kita bisa nikmati sesaat setelah kopi tersebut diseduh dengan air. Aroma merupakan sensasi rasa yang berbentuk gas yang tentunya dapat menguap dan hilang. Itu sebabnya mengapa kadang kita tidak dapat menangkap aroma kopi secara maksimal jika kopi tersebut sudah menurun suhunya. Tetapi, dapat dipastikan bahwa aroma kopi yang tetap menonjol meski suhu kopi telah dingin adalah aroma yang baik dan kita cari. Aroma kopi dipengaruhi dari beberapa hal, seperti pertumbuhan kopi tersebut di kebun, proses pascapanen, dan aroma yang terbentuk pada saat proses penyangraian. Tidak semua aroma kopi itu baik dan bisa dinikmati. Misalnya, beberapa aroma taint yang terjadi karena kesalahan pada proses pascapanen hingga pada saat roasting.

Karakter Cita Rasa Kopi: Acidity

Acidity, yang umumnya dikenal sebagai keasamankopi, adalah rasa cerah dan menyegarkan yang menambahkan rasa hidup dari secangkir kopi. Keasaman kopi yang jelas paling banyak ditemukan di kopi-kopi yang berasal dari Ethiopia, Kenya, dan juga di setiap kopi dengan proses basah. Keasaman yang dirasakan dalam kopi tidak selalu berkorelasi dengan pH kopi, tetapi diyakini merupakan hasil dari tumbuhan itu sendiri. Keasaman kopi arabika akan lebih jelas dibanding kopi robusta. Tetapi acidity adalah sebuah sensasi rasa pada kopi yang dipengaruhi banyak hal. Selain karena karakter bawaan dari tumbuhan tersebut—biasa disebut organic acid—sensasi keasaman juga dapat terbentuk dari proses pascapanen. Misalnya, pada proses basah kopi akan lebih kuat karakter acidity-nya lantaran proses fermentasinya. Acidity juga bisa berkurang pada saat kopi disangrai terlalu lama. Tanpaacidity, kopi arabika akan terasa pincang. Value dari kopi arabika adalah acidity. Kopi-kopi di Indonesia adalah kopi yang rata-rata memiliki acidity lebih rendah jika dibanding dengan kopi dari Afrika atau Amerika Tengah. Itu bukan berarti kopi Indonesia memiliki kualitas lebih rendah, melainkan ia adalah ciri khas kopi Indonesia yang memiliki body lebih baik dibandingkan kopi dari negara lain. Acidity dapat kita rasakan seperti menikmati secangkir jus buah jeruk, apel, stroberi, lemon, dan buah lainnya yang memiliki keasaman menyegarkan.

Karakter Cita Rasa Kopi: Body

Rasa penuh di rongga mulut saat kita meminum kopi adalah sensasi dari bodyBody bisa diilustrasikan dengan cara membandingkan susu segar penuh lemak dengan susu segar rendah lemak. Susu segar penuh lemak akan lebih berat di rongga mulut dibandingkan susu segar rendah lemak. Namun, jika ingin dijabarkan lebih jauh, body bisa dirasakan seperti agak berminyak di mulut, agak kering di mulut, dan/atau terasa seperti cream yang sangat penuh di mulut. Selain susu segar, untuk ilustrasi mengenai body, kita bisa mencoba kopi Sumatra yang terkenal dengan body yang tinggi dibanding dengan daerah penghasil kopi lainnya. Body dapat tercipta karena proses pengelupasan buah, atau juga karena profil sangraian yang lebih gelap.

Karakter Cita Rasa Kopi: Flavors

Rasa kopi itu bervariasi, mulai hanya terasa satu karakter yang menonjol hingga rasa yang kompleks. Semua itu terjadi karena genetik pohon kopi, proses dikebun, proses pascapanen, hingga proses sangrai. Kopi yang memiliki flavors kompleks bisa membuat peminumnya sangat menikmatinya karena kopi terasa lebih meriah. Kopi-kopi dari Afrika atau Amerika Tengah memiliki kompleksitas rasa lebih banyak dibandingkan kopi-kopi dari Brazil. Di Indonesia, kopi-kopi dari Toraja akan lebih memiliki rasa kompleks dibandingkan kopi-kopi dari Jawa. Kopi yang memiliki rasa tidak kompleks biasanya digunakan sebagai kopi campuran dikarenakan memiliki satu dominan rasa yang mungkin tidak dimiliki kopi-kopi lainnya. Ilustrasi dari rasa yang kompleks bisa dengan cara merasakan fruit punch dibanding dengan orange juiceFruit punch adalah minuman campuran dari buah yang memiliki kekayaan rasa yang bervariasi, sedangkan orange juice hanya memiliki dominan rasa orangeyang kuat, tetapi orange juice dapat menambahkan rasa yang kompleks pada fruit punch.

Karakter Cita Rasa Kopi: Aftertaste

Jika ada pertanyaan atribut cita rasa mana yang bisa bertahan paling lama, jawabannya adalah aftertaste. Kita bisa merasakan atribut rasa lainnya hanya sekejap, tetapi aftertastedapat dirasakan lebih lama atau biasa disebut long aftertaste. Kopi-kopi yang memiliki long aftertaste yang baik akan memiliki kenangan tersendiri pada peminumnya. Aftertaste terjadi dikarenakan rasa yang kompleks yang menetap lebih lama pada rongga mulut kita. Sekadar ilustrasi, sebuah permen rasa mint akan memiliki aftertaste lebih lama bila dibanding dengan permen rasa lemon.

Karakter Cita Rasa Kopi: Sweetness

Semua kopi arabika terlahir dengan kadar manis yang lebih banyak dibandingkan kopi robusta. Jadi, seharusnya kopi arabika akan terasa manis jika disangrai dengan baik. Apalagi jika menggunakan kopi arabika pilihan dengan cacat sekunder sedikit dan tanpa cacat primer. Rasa kopi yang manis akan membuat peminumnya merasa lebih nyaman. Manusia sangat senang dengan rasa manis dibandingkan pahit. Kopi dengan sweetness yang tinggi menandakan kualitasnya sangat baik. Manis dimaksud bisa berarti manis seperti tebu, gula putih, atau gula merah. Memang manis di sini tidak bisa diartikan sama dengan kopi ditambah gula, tetapi dengan manisnya kopi, itu akan membuat Anda tidak ingin berhenti meneguknya. Ilustrasikan rasa manis di kopi dengan mengonsumsi buah semangka matang dengan buah melon. Keduanya memiliki rasa manis, tetapi secara umum semangka akan terasa lebih manis dibandingkan buah melon
sumber :bincangkopi.com/karakter-cita-rasa-kopi/